Thursday, November 24, 2016

Kemdikbud Mengusulkan Moratorium Ujian Nasional 2017

Berdasarkan laman REPUBLIKA.CO.ID, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengusulkan moratorium ujian nasional (UN) di seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di kantor Kemdikbud, Jakarta, Kamis (24/11), mengatakan bahwa moratorium UN sudah tuntas kajiannya dan tinggal nunggu persetujuan presiden.

Mendikbud mempertimbangkan, selama ini fungsi UN hanya sebagai pemetaan, bukan kelulusan. Sehingga, menurutnya tidak perlu dilaksanakan setiap tahun. Mendikbud ingin mengembalikan kebijakan evaluasi murid, menjadi hak dan wewenang guru, baik secara pribadi maupun kolektif.



Namun, Muhadjir mengatakan, pemerintah tetap menerapkan standar nasional kelulusan masing-masing sekolah provinsi, kabupaten, kota. Kebijakan ini juga akan disesuaikan dengan adanya peralihan kewenangan SMA/SMK pada pemerintah provinsi. "Artinya untuk evaluasi nasional, untuk SMA/SMK diserahkan ke provinsi masing-masing. Sedangkan untuk SD dan SMP, kita serahkan ke kabupaten/kota," tutur mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu. Selengkapnya baca Kemdikbud Usulkan Moratorium Ujian Nasional Mulai 2017.

Sunday, November 13, 2016

Ingin Terkenal, Menulislah!

Menulis merupakan sebuah kegiatan perekaman sebuah kejadian atau sebuah peristiwa baik berupa realita atau imaji. Perekaman sebuah kejadian atau peristiwa dalam bentuk sebuah tulisan sangat penting untuk perkembangan sebuah peradaban. Sebuah peristiwa atau kejadian yang tidak direkam atau ditulis, maka peristiwa atau kejadian tersebut akan hilang, dan generasi berikutnya tidak bisa menelusuri sebuah peristiwa atau kejadian tersebut. Padahal, boleh jadi, peristiwa tersebut sangat penting bagi keberlangsungan sebuah peradaban.

Tendi Murti dalam bukunya “Bukan Sekedar Nulis, Pastikan Best Seller”, menulis:

“Menulislah Karena Menulis Berarti Sedang Menuangkan Sejarah”.

Tidak main main! Menulis berarti sedang menuangkan sejarah. Betapa hebatnya orang yang mampu merekam sebuah peristiwa dan menuangkan ide, gagasan, wawasan, pengetahuan ke dalam sebuah tulisan.
Coba bayangkan! Dari mana kita mengetahui peristiwa sebuah sejarah atau peristiwa yang terjadi sebelum kita dilahirkan, apapun peristiwanya, kecuali dari buku buku yang ditulis para penulis.

Misalnya, aksi damai 411 boleh jadi akan hilang dari sejarah Indonesia bila tidak ada seorangpun yang menulis dan merekamnya.

Jadi, menulislah! Siapapun dan apapun profesi anda! Anda ingin terkenal, menulislah! Karena dengan menulis, anda akan dikenal. Kunjana Rahardi dalam bukunya “Menulis Artikel, Opini & Kolom di Media Massa” , menulis:
“Sebagian orang menulis karena ingin dirinya diakui oleh sesamanya, atau mungkin pula diakui oleh lingkungan tempat orang yang bersangkutan berada.”

Saya pun demikian. Saya menulis ini karena saya ingin diakui dan dikenal banyak orang.
Bingung mau menulis apa?

Ga usah bingung apa yang mau ditulis. Tulis aja apapun itu. Rangkai kata demi kata menjadi kalimat-kalimat bermakna. Kemudian rangkai kalimat kalimat menjadi paragraf paragraf yang enak dan mudah dimengerti.

Ketika hendak menulis, ada yang mengatakan: abaikan kaidah kaidah bahasa secara gramatika. Mungkin, hal ini disampaikan, agar hambatan hambatan dalam menulis dapat disingkirkan sehingga seseorang yang hendak menulis mampu menulis seperti air mengalir. Tanpa hambatan.

Menurut Alif Danya Munsyi dalm bukunya “Jadi Penulis? Siapa Takut!”, ada 2 jenis tulisan: fiksi dan non fiksi. Terserah anda mau memilih yang mana.

Yang paling penting, jaga motivasi menulis. Motivasi menulis itu harus terus ditumbuhkan, dikembangkan, dipelihara, diperkuat, supaya bagi mereka yang masih pemula, akan terus berusaha menulis dan terus tetap menulis bagi yang sudah biasa menulis, atau bahkan yang sudah menjadi penulis (Kunjana Rahardi, 2012).

Thursday, November 10, 2016

Pemerintah Masih Mengkaji Kebutuhan PNS Baru

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengeluarkan surat Nomor B/3656/M.PAN-RB/11/2016. Surat yang ditandatangani Menteri PAN-RB Asman Abnur menegaskan bahwa pemerintah menunda perekrutan calon pegawai negeri sipil di semua instansi, baik di pusat maupun daerah, untuk tahun 2016.

Penundaan perekrutan calon pegawai negeri sipil tersebut berlaku hingga 2017. Penundaan tidak berlaku untuk guru, tenaga kesehatan, penegak hukum, serta jabatan jabatan tertentu yang diperlukan.

Jadi untuk rekan rekan semua yang punya keinginan untuk menjadi PNS harus terus bersabar dan terus berdoa semoga tahun 2017 perekrutan calon pegawai negeri sipil kembali dibuka.

Walau bagaimanapun, menjadi seorang PNS masih menjadi keinginan banyak orang.

Nah, sambil menunggu tahun 2017, tidak ada salahnya peminat PNS terus mengasah diri dan mencoba membuka usaha.

Sumber: Kompas

Sunday, November 6, 2016

Beri Tunjangan Pada Guru SMA Dindik Banten Ajukan Anggaran Pendidikan Rp.2,6T

Dinas Pendidikan Provinsi Banten menyiapkan anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk membiayai tunjangan dan operasional para tenaga pendidikan SMA di Provinsi Banten. Tunjangan tersebut seiring dengan akan adanya pelimpahan guru SMA sederajat yang beriringan dengan pelimpahan wewenang pengelolaan SMA dari pemerintah Kabupaten/Kota ke Pemerintah Provinsi Banten.

“Tahun 2017 kita mengajukan Rp2,6 triliun, diantaranya untuk tunjangan guru serta kegiatan dinas sekitar Rp1 triliun dan biaya operasi pendidikan sekitar Rp1,6 triliun,” papar Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Rukman Teddy.

Teddy mengatakan, tunjangan untuk tenaga kependidikan di tingkat SMA sederajat dipandang perlu, mengingat mereka mempunyai peranan penting dalam membentuk dan menciptakan kondisi pendidikan di Provinsi Banten. Tanpa adanya mereka, program pendidikan sebagus dan sebaik apapun tidak akan bisa berjalan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas di Provinsi Banten.
sumber: http://www.radarbanten.co.id/beri-tunjangan-pada-guru-sma-dindik-banten-ajukan-anggaran-pendidikan-rp26-t/