PELUANG USAHA

AMAZON CORNER

peluang usaha dan lain-lain, cari disini

iklan

Sunday, December 4, 2011

KUNAMAKAN PUTERIKU KHANSA AULIYA ASSYFA


Penantian penuh kecemasan di ruang bersalin dimulai jam 11.00 malam ketika istriku mulai diinduksi. Menit demi menit, istriku merasakan sakit yang luar biasa. Sebagai manusia, aku merasa takut akan terjadi sesuatu pada istriku dan bayi yang ada di dalam rahimnya. Jam di hpku terus bergerak tidak berhenti, erangan kesakitan istriku makin menjadi. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku hanya bisa menghiburnya dan menggengam erat tangannya. Aku berharap, kehadiranku di ruang bersalin untuk menemaninya dapat membuatnya sedikit tersenyum. Rasa kantuk yang menderaku semaksimal mungkin kutahan. Sepertinya, menahan rasa kantuk yang amat sangat tidak sebanding dengan rasa sakit yang sedang dirasakan oleh istriku.
Alhamdulillah… akhirnya tepat jam 12.37 siang, istriku melahirkan seorang perempuan yang cantik. Setelah dibersihkan oleh bidan yang membantu kelahiran istriku, kukumandangkan adzan di telinga kanan dan kiri putriku.
Aku dan istriku sudah mempersiapkan beberapa nama yang sesuai dengan putriku, akhirnya pilihan jatuh pada nama: KHANSA AULIYA ASSYFA.
Khansa adalah pejuang muslimah yang terkenal dengan julukan "Ibunda Para Syuhada". Ia dilahirkan pada zaman jahiliyah dan tumbuh besar di tengah suku bangsa Arab mulia, yaitu Bani Mudhar. Sehingga banyak sifat mulia yang terdapat dalam dirinya.
Ia adalah seorang yang fasih, mulia, murah hati, tenang, pemberani, tegas, tak kenal pura-pura dan suka berterus terang. Selain keutamaan itu, ia pun pandai bersyair. Ia terkenal dengan syair-syairnya yang berisi kenangan kepada orang-orang tercinta yang telah tiada. Terutama kepada kedua orang saudara lelakinya, yaitu Muawiyah dan Sakhr yang telah meninggal dunia.
Aku berharap putriku seperti Khansa yang penuh cinta dan penyejuk bagi sekelilingnya. Kutambahkan Assyfa, karena putriku tersebut dibantu dokter dan bidan-bidan di RSIA ASSYFA.

Sunday, June 26, 2011

Enam Langkah Sukses Meniti Karier

Sumber: Kompas/Klasika/Minggu, 26 Juni 2011
Tak seorang pun karyawan yang tak ingin sukses. Semua pasti memiliki jenjang karir yang menjanjikan masa depan cerah. Untuk meraihnya, tentu saja dibutuhkan usaha dan pengorbanan yang cukup besar.
Beberapa tip berikut, mungkin dapat membantu anda mencapai jenjang karir yang diinginkan:
1.      Berdedikasi tinggi. Untuk mewujudkan cita-cita akan karir yang terus berkembang, diperlukan daya juang dan dedikasi pada perusahaan yang tinggi. Usahakan jangan berdedikasi jika hanya ingin mendapatkan promosi jabatan semata. Lakukan semua pekerjaan dengan disiplin  yang tinggi. Bila perlu disertai dengan prestasi yang menonjol di bidang yang anda geluti.
2.      Berinisiatif. Jangan ragu untuk melontarkan ide dan inisiatif. Tunjukan pula hasil karya, penyelesaian tugas, kerja sama dan komunikasi yang memuaskan semua pihak.
3.      Menambah ilmu dan pengalaman.  Tingkatkan kepercayaan diri dengan memperbanyak ilmu dan keterampilan yang relevan dan signifikan agar dapat memberikan hasil karya yang memuaskan.
4.      Tidak gagap teknologi. Di zaman yang serba cnaggih ini, ada baiknya jika Anda menguasai teknologi internet, penggunaan software tertentu dalam proses bisnis di perusahaan, dan teknologi  yang relevan dengan kompetensi khusus.
5.      Jalin kerja sama dengan unit-unit terkait. Pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari pasti terkait dengan unit bisnis lainnya. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda menunjukan sikap bersahabat, serta menghargai bantuan atau karya orang lain. Lakukan juga hubungan komunikasi yang baik dengan sesame bawahan atau atasan. Jangan lupa untuk mengucapkan kata terima kasihh atas bantuan dan kerja sama mereka.
6.      Selalu menjaga sikap. Sebuah perusahaan yang berkualitas tentunya menuntut karyawannya untuk selalu menjaga penampilan diri, serta kesopanan dalam tutur kata. Ada baiknya jika Anda selalu menyesuaikan cara berpakaian dengan budaya perusahaan yang berlaku. Terlebih sikap ramah, tersenyum, dan sopan yang selalu ditunjukan dalam perilaku kerja. (AYA)

Sunday, March 6, 2011

Mulia Dengan Memberi

Judul diatas merupakan judul sebuah artikel yang ditulis oleh Ferry Kisihandi di Koran Dialog Jum’at harian Republika. Tulisan tersebut menekankan mulia dan pentingnya memberi. Dikatakan bahwa hidup itu tak selamanya lapang. Terkadang seseorang kurang beruntung dan menjalani hidup yang tak berkecukupan. Kalau kita perhatikan sekeliling dan sekitar kita atau kalau kita perhatikan sepanjang perjalanan, kita pasti menemukan orang-orang yang masih kurang beruntung bahkan di pinggir-pinggir jalan ada beberapa orang yang sengaja atau tidak menadahkan tangannya untuk meminta. Padahal tangan diatas itu lebih mulia daripada tangan dibawah.
Maka itu, Ferrry Kisihandi dalam tulisannya menyarankan kepada orang islam, meski dalam kondisi perekonomian yang berat, tetap bersikukuh mempertahankan identitasnya sebagai sosok pemberi. Ringan tangan membantu orang orang yang membutuhkan. Apabila hal ini dijalankan maka tidak ada orang yang tangannya selalu dibawah.
Ada orang yang hidupnya kurang beruntung, adapula seseorang yang hidupnya berkecukupan dan bergelimang harta. Dalam islam, seseorang yang masuk kategori ini diajarkan untuk mengulurkan tangan dan memberi pertolongan kepada mereka yang kekurangan. Jadilah dermawan dan jangan kikir.
Sumber : “Mulia Dengan Memberi”, tulisan Ferry Kisihandi, Dialog Jum’at Republika
google-site-verification: google3fc311e08359dd53.html